Jumat, 08 Agustus 2008
Akhirnya ARIP MUSTOPHA terpilih sebagai Formatur/ Ketua Umum PB HMI 2008-2010
Informasi diperoleh duaberita pagi tadi sekitar pukul 8 malam yang dilaporkan oleh kontributor duaberta, saudara Ujo langsung dari tempat arena . Tampak terdengar teriakan panggilan , memanggil nama Arif Mustopa dan sesekali dipanggil adalah Adi Wibowo dan Muslim .
Dari hasil pemilihan putaran pertama tersebut , akhirnya persidangan HMI memilih nama yang akan maju di putaran ke-dua yang mewakili utusan, berbeda dengan putaran I yang mewakili cabang. Setelah menunggu sekitar satu jam maka di dapatkan informasi bahwa sdr. Arip Mustopha terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI / Formateur dengan :
Total Suara : 319
Arip Mustopha : 178 Suara
Muslim Hafidz : 36 Suara
Adi Wibowo : 100
Dengan demikian forummenyatakan sah bahwa saudara Arip Musthopa menjadi Ketua Umum PB HMI / Formateur dengan Mide formateur adalah Ahmad Nasir Siregar dan Farhan .
Sukses selalu HMI , Semoga menjadi organisasi mahasiswa tertua yang punya potensi kebangsaan dan ke-Islaman, Yakin Usaha Sampai .Rabu, 30 Juli 2008
Kalla Buka Kongres ke-26 HMI di Palembang
Palembang - Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi ini akan membuka Kongres ke-26 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Palembang Sumatera Selatan. Selanjutnya, Kalla juga akan melakukan kunjungan kerja.Dalam kunjungannya ke Sumatera Selatan, Senin (28/07/2008), Kalla akan menghadiri kongres pembukaan kongres HMI yang diperkirakan diikuti sekitar 3.000 undangan.
"Diperkirakan akan datang sekitar 3.000 undangan dalam pembukaan Kongres HMI tersebut," kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Sumsel, Budi Rahardjo.
Selain itu, Kalla juga akan meninjau PT Bukit Asam di Tanjungenim, PT Pertamina Unit Pengolahan III Plaju, dan PT Pusri di Sungai Lais.
"Beliau juga ingin tahu tentang kita, dan kita juga mendorong beliau untuk melihat Sumsel sebagai sumber energi, selain itu juga memperlihatkan kesiapan Sumsel terkait masalah konversi mitan," jelas Budi.
(Antara)
Kontingen Dari Sumatera Barat telah berangkat semenjak tanggal 26 Juli 2008, mudah-mudahan Kongres HMI ke-26 ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan langkah-langkah kongrit untuk perbaikan Organisasi Mahasiswa tertua di Indonesia ini, AMIN.
Rabu, 28 Mei 2008
"Seminar 100 Tahun Kebangkitan Nasional" Badko HMI Sumbar & KNPI Sumbar
Mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung di Carano Room Padek
mi kekalahan telak hampir di semua Pilkada. Dalam dialog yang dipandu Wakil Pimpinan Redaksi Padang Ekspres Sukri Umar, Akbar juga mengaku heran dengan analisa Partai Golkar yang mengatakan persoalan Pilkada dengan Pemilu Legislatif jauh berbeda dan tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara partai pada Pemilu Legislatif 2009. Lucunya lagi kata Akbar, Golkar dengan beraninya menargetkan perolehan suara 30 persen.
MAJU DI PILRES : Mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung (tengah) didampingi Ketua Badko HMI Sumbar Revi Marta Dasta (kiri) dan Wapemred Padang Ekspres Sukri Umar di Carano Room Padek, kemarin “Hitungannya dari mana. Analisanya apa. Apa nggak salah tu. Tahun 2004 saja Golkar hanya mampu meraih suara 24,4 persen atau sekitar 24,5 juta suara. Kalau mau 30 persen berarti harus bisa mengumpulkan suara hingga 40 juta atau ada penambahan sekitar 16 juta suara. Coba pikir analisanya dari mana,” ujarnya.
“Ini kan pendidikan politik bagi masyarakat. Kita bisa lihat di Amerika pertarungan antara Barack Obama dan Hillary Clinton sebelum memasuki pertarungan sesungguhnya. Mekanisme ini dilakukan agar calon yang diusung benar-benar mendapat dukungan kuat dari masyarakat. Jadi inovasi politik ini harus dipertahankan,” tukasnya.
Di tengah kian gencarnya tokoh-tokoh menyatakan kesiapannya menjadi Capres, Akbar Tanjung juga seakan tak mau ketinggalan. Dia juga mengaku berniat turut bertarung pada Pilpres 2009. Namun hingga kini dia belum berani memastikan partai politik mana yang akan menjadi kendaraan politiknya menuju kursi presiden. Tetapi kalau Golkar membuka mekanisme konvensi, Akbar dengan tegas menyatakan kesiapannya bertarung dengan kandidat lain.
Disingung soal reformasi, Akbar menilai sudah banyak kemajuan terutama dari sistem politik. Kini iklim demokrasi benar-benar terasa dan masyarakat menjadi pemegang kedaulatan tertinggi. Hal ini bisa dilihat dengan adanya Pilpres dan Pilkada secara langsung dan pembatasan masa jabatan presiden menjadi dua periode.
Sumber: Harian Padang Ekspres (Kamis, 29 Mei 2008)
Rabu, 21 Mei 2008
GRAND LAUNCHING BUKU BIOGRAFI BANG SAIDAL DAN MUSWIL KAHMI SUMBAR
Peluncuran Buku dan Musyawarah Wilayah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat berlangsung sukses dan meriah. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2008 di hotel Pangeran Beach Padang itu, mendapat sambutan hangat dari seluruh anggota HMI dan KAHMI se Sumatera Barat. Hal ini di buktikan dengan membludaknya peserta yang hadir, walaupun menjelang acara dimulai Kota Padang di guyur hujan lebat dan mengalami keterlambatan acara selama lebih kurang 2 (dua) jam karena rombongan dari Jakarta yakni keluarga Bang Saidal, DR. Fasli Jalal, Ummi Cia, Taufik Ismail dan Ketua Forahmi Rinaldi Syam sempat mendarat di Pekanbaru karena cuaca buruk. Namun kegiatan yang mengusung Tema ” Memperkuat Peran KAHMI di Era Otonomi” itu dapat berjalan dengan aman dan lancar. Acara di mulai dengan peluncuran buku Biografi yang berjudul “Bang Saidal; Konsistensi Anak Zaman ” di tulis oleh dua orang penulis muda yaitu, Fajar Rusvan (Mantan Bendahara Umum Badko HMI Sumbar) dan Irham (Mantan Pengurus HMI Cabang Padang).
Kegiatan ini secara resmi di buka oleh Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi. Dalam sambutannya Gamawan memuji ketauladan Bang Saidal semasa hidupnya. Bang Saidal adalah orang yang sangat sederhana dan konsisten dalam memegang prinsip. Hal ini terbukti dengan kehidupan keseharian beliau. “ Bang Saidal adalah orang yang banyak berjasa kepada saya ketika pencalonan menjadi gubernur” ulas Gamawan. Hal yang sama juga di sampaikan Dirjen Dikti RI. dr. Fasli Jalal, Phd, yang bertindak sebagai keynote Speaker dalam acara tersebut. Menurut Fasli, Bang Saidal adalah senior sekaligus guru terbaik. “ Kami sering berdiskusi tentang HMI dan perkuliahan dengan almarhum. “Bang Saidal adalah salah satu tokoh yang ikut menentukan jalan hidup saya”. Kata Fasli Jalal. Hal senada juga disampaikan oleh penulis, Fajar Rusvan, dalam penyampaian isi buku, ketika menjadi pembicara dalam peluncuran buku tersebut. Menurut Irvan panggilan penulis ini, salah satu yang membuat ia tergelitik membuat buku ini karena Bang Saidal merupakan tokoh segala zaman, perannya sangat kentara pada zamannya. Ia terlibat langsung dalam penumpasan G 30 S PKI, PRRI dan keterlibatannya dalam Masyumi. Ia adalah tokoh handal dan pemberani. Bakhtiar Kahar dari angkatan 66 Sumatera Barat dan Zayardam Zubir (Dosen Sejarah Universitas Andalas yang tampil sebagai pembahas, juga mengatakan hal yang sama. Bagi Zayardam, Ia melihat Bang Saidal adalah orang yang konsisten dalam menegakkan prinsip. Walaupun ia merupakan orang yang disegani di Sumatera Barat. Tapi ia tetap sederhana dalam hidupnya. Padahal ia seorang dokter dan bapaknya seorang notaries pada zaman Belanda. Kalau ia mau mungkin bang saidal sudah menjadi pejabat dan jadi orang kaya. Namun tidak begitu dengan bang saidal. Di akhir hidupnya ia tetap tinggal di rumah yang sederhana, dengan isi perabotan rumah yang masih lama dan tidak diganti. Begitu juga dengan mobil yang ia milki , masih mobil lama dan perlu di catat bahwa itu adalah millik Yayasan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, yang beliau dirikan. “ Rasanya gigit jari orang yang pernah mengatakan Bang Saidal melakukan korupsi ketika beliau menjabat anggota DPRD Sumatera Barat periode 1999-2004,” Sambung Adam, panggilan akrab Zayardam Zubir. Lain lagi peyampaian, Baktiar Kahar, bagi Da Yang, panggilan akrab beliau, Bang saidal adalah tokoh pelopor dan pejuang. Hal ini di buktikannya ketika terjun bersama-sama mempertahankan harga diri orang minang yang di tuduh pemberontak. Dan yang paling berkeresan dari diri bang saidal, beliau adalah tokoh yang konsisten dan berani. Ketika bang saidal sudah mengatakan tidak, maka selamanya tidak. Walaupun dengan prinsip yang dipegangnya itu ia pernah di tolak jadi PR III Unand dan di kucilkan oleh penguasa orde baru ketika ia menolak bergabung dalam KORPRI yang saat itu menjadi onder bouw nya Golkar. Dalam kata sambutan Presidium Majelis Nasional KAHMI, Rasyid Emili, mengusulkan agar Bang Saidal di usulkan sebagai Pahlawan Nasional dan meminta kepada gubernur Sumatera Barat agar salah satu nama Jalan di Sumatera Barat, Kota Padang Khususnya ada nama dr. H. Saidal Bahauddin, SKM sebagai nama jalan. Kontan saja disambut tepuk tangan meriah dari 300 orang peserta dan undangan yang hadir. Diantara undangan tersebut tampak hadir, istri dan anak-anak bang saidal, ketua Forum Alumni HMI Minang (Forahmi) Rinaldi Syam. Cia Malik Zain (Umi Cia), Taufik Ismail (Sastrawan), Mantan Ketua Umum Badko HMI Jawa Bagian Barat, Dr. Berliana Kartakusuma, Ketua KNPI Sumatera Barat, Marzul Veri, dan para tokoh Sumatera Barat, serta anggota HMI yang hadir disetiap cabang yang ada di Sumatera Barat. Acara Grand Launching Buku Bang Saidal: Konsistensi Anak Zaman ditutup dengan pembacaan sajak oleh Taufik Ismail “Bendera Laskar” yang memukau ratusan undangan yang hadir.
Perdebatan Sengit Warnai Muswil IV KAHMI Sumbar.
Setelah peluncuran buku selesai, acara dilanjutkan dengan Muswil IV KAHMI Sumbar pada siang harinya. Acara muswil ini di pimpin langsung oleh Dr. Jafrinur, yang juga ketua panitia acara tersebut dan di dampingi oleh dua orang pimpinan sidang lainnya, yaitu Zulkenedi Said (anggota DPRD Sumatera Barat) dan Basrizal Dt.Rangkayo Basa (Anggota DPRD Kab. Tanah Datar). Sedangkan laporan pertanggung jawaban Presidum KAHMI 2001 -2006 disampaikan oleh Firman Hasan, SH, LLM. Dalam penyampaiannya Firman mengungkapkan tentang perkembangan pembangunan wisma HMI/KAHMI Sumbar yang masih butuh bantuan dan dorongan dari segenap usnur KAHMI. Hal senada juga di sampaikan oleh Hj. Ema Yohana selaku ketua panitia pembangunan. Setelah melewati beberapa pleno dan pleno V (kelima), dengan agenda pemilihan Presidium Majelis Wilayah Kahmi Sumbar Periode 2008 – 2013 sempat memanas pada perdebatan sengit tentang kriteria calon dan mekanisme pemilihan juga diselingi dengan interupsi layaknya “maulang-ulang kaji” ketika waktu Basic Training dulu, dengan kepiawaian Pimpinan Sidang yang mantan Ketua Umum HMI Cabang Padang Periode 1986 itu, baginya ini bukan lah hal yang baru dan rumit mengingat pengalamannya pada Kongres HMI ke 16 di Padang yang penuh dilema antara 2 (dua) pilihan mempertahankan Islam sebagai azas HMI atau menerima hegemoni azas tunggal Pancasila ketika itu ia memimpin HMI Cabang Padang dialah DR. Ir. Jafrinur putra Koto Tangah.
Sedikit ulasan perdebatan pada kriteria calon Presidium seperti yang disampaikan Safruddin Abbas (Dinas Pendidikan Sumbar) bahwa Muswil ini sangat strategis karena periode ini akan dihadapi banyak momen politik baik Pemilu legislatif dan pilpres 2009 serta pilgub sumbar 2010, yang selayaknya jadi presidium Kahmi sumbar 2008 – 2013 adalah orang-orang yang mampu menjadi barometer politik daerah maupun nasional. Sementara Djonimar Boer mengatakan calon presidium mesti orang yang mampu memberikan sumbangan untuk HMI/KAHMI dengan nominal terendah 1 (satu) juta sebulan. Pada perdebatan Mekanisme hendri Matius sangat ngotot mengusulkan agar presidium dipilih melalui mekanisme kesepakatan musyawarah untuk mufakat, artinya tanpa voting. Akhirnya dengan mekanisme “one man one vote” terpilih tujuh orang presidium KAHMI periode 2008 – 2013, yang terdiri dari, Ir. H. Djonimar Boer (Anggota DPRD Sumbar) empat belas suara, Dr. Ir. Jafrinur (Dosen Unand) sembilan suara, Ir. Marzul Veri (Ketua KNPI Sumatera Barat/Anggota KPU Sumbar) delapan suara, Hj. Ema Yohana (Pengusaha) tiga suara, Dr. Fasbir M. Noor Siddin (Dosen Unand) tiga suara, Basrizal Dt. Rangkayo Basa (Anggota DPRD Kab. Tanah Datar) dua suara, dan Mimi Suhatri (Dosen IAIN Imam Bonjol Padang) satu suara. Total suara 84 (delapan puluh empat) suara (3) tiga abstain dan (1) satu batal dengan 26 orang balon presidium. Selanjutnya acara Muswil ini ditutup oleh Prresidium Majelis Nasional KAHMI, Rasyid Emili.
Wassalam(Liputan Revi Marta Dasta/Agustian Piliang)
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 31 March 2008 )
Selasa, 05 Februari 2008
Lomba Menulis Artikel Badko HMI Sumbar
Ketua2 Umum HMI Cabang-Korkom-Komisariat, Ketua2 Bidang, Ketua Lembaga Khusus/ Kekaryaan, Para Pejabat Kampus maupun tidak, Mantan Pengurus HMI maupun Calon Pengurus, Anggota Biasa, Muda, maupun yang ngerasa sebagai Anggota Luar Biasa.
Badko HMI Sumbar menantang Saudara semua untuk menggoreskan ide-ide yang ada di benak masing-masing dalam bentuk artikel itupun kalo punya. Jangan hanya mengaku sebagai mahasiswa plus kader HMI apabila masih memiliki pena yang tumpul yang tidak pernah digunakan. Buktikan kalau kamu, kamu dan kamu bukan cuma “MONGONDO” (Modal Ngomong Doang).
Kapan lagi seantero dunia mengetahui ide pemikiran mu? Inilah ajang untuk membuktikannya. Saatnya beraksi, ajari dunia dengan ilmu-mu, karena ilmu bukan untuk pribadi.
“Lomba Menulis Artikel/Opini”
Dengan syarat dan ketentuan sbb:
1. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan EYD yang benar.
2. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau mengambil ide dari karya orang lain
3. Panjang Tulisan 3-5 lembar A4, spasi 1.5 dgn Ukuran tulisan Font 12 (Times New Roman)
4. Artikel tersebut belum pernah dipublikasikan
5. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah artikel
6. Tulisan/artikel mengangkat tema sbb :
Refleksi 61 Tahun HMI dari Sudut Pandang sbb:
- Keumatan (Ke-Islaman)
- Kebangsaan (Nasionalisme)
- Kepemudaan/ Kemahasiswaan
- Pengalaman Pribadi Selama ber-HMI
7. Hadiah lomba sebagai berikut:
- Juara I : Tabungan Bank HMI Rp 500.000,- + sertifikat + Tropi Presidium KAHMI Wil. Sumbar
- Juara II : Tabungan Bank HMI Rp 300.000,- + sertifikat + Tropi Ketum Badko. HMI Sumbar
- Juara III : Tabungan Bank HMI Rp 150.000,- + sertifikat
- Juara Harapan I & II : Buku + sertifikat
Peserta wajib mengirimkan:
Naskah artikel asli dalam bentuk softcopy(kirim via e-mail : badkohmisumbar@gmail.com)PALING LAMBAT tanggal 28 Februari 2008 beserta CurrĂculum Vitae (CV) singkat penulis.
YANG PALING SERU ADALAH:
10 artikel terbaik akan dibukukan/dicetakserta dipublikasikan ke seluruh HMI Cabang Se- Indonesia
Bagi HMI Cabang di Lingkungan HMI Sumbar dirapkan untuk memperbanyak liflet ini, silahkan klik ini: Liflet dlm format pdf
Selasa, 15 Januari 2008
Sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau ummat manusia, mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia.
B. LATAR BELAKANG SEJARAH BERDIRINYA HMI
Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI. Selanjutnya...